Header Ads

Menjemput Bidadari Dunia , Part 5 ~Agenda Ta’aruf ~


Taaruf adalah proses memperkenalkan diri seorang pria kepada seorang wanita, begitu pula sebaliknya sebagai salah satu tahap untuk mengenal lebih jauh bakal calon pasangan meskipun masing-masing sudah melihat proposal yang mereka terima.

Setelah deskripsi kita tertuang di proposal dan sudah di serahkan kepada sang mediator, maka kita tinggal menunggu balasannya (proposal balik yang di tawarkan) dalam beberapa pekan kedepan.

Mencocokan proposal satu dengan lainnya menurut kriteria yang diinginkan merupakan hal yang tidak mudah. Dalam artian, wajar ketika tidak semua kriteria yang kita inginkan sama persis dimiliki oleh seorang wanita (terakomodir), pasti ada ketidaksempurnaannya. Jika kita meginginkan sempurna dengan deretan syarat versi, kemudian pertanyaannya sudah sesempurna apakah kita dan lain sebagainya guna mendapat kriteria yang kita inginkan. 

Jika merasa ada atau tidak ada ketertarikan dari biodata yang diberikan maka segera putuskan apakah mau dilanjutkan atau tidak. Jika tidak dilanjutkan maka kita akan mendapatkan proposal lainnya setelah didiskusikan lebih lanjut dan jika merasa cocok maka sampaikan jawabannya pada mediator agar sang mediator meneruskan proposal kita kepada si wanita.

Jika proses dilanjutkan jangan terlalu senang dulu, bisa jadi proposal kita ditolak oleh si wanita sebagai mana kita berhak menolak proposal yang diajukan pada kita. Jika proposal kita ditolak maka mediator akan menawarkan penggantinya. Sebagai catatan, jika menolak maka menolaklah dengan halus dan berdasarkan argument jelas dan masuk akal. Catatan lainnya jangan disabarkan kepada orang lain juga siapa yang sudah kita tolak dan berapa yang sudah kita tolak.

Jika keduanya merasa ada kecocokan maka akan dilanjutkan dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk berkenalan lebih jauh. Bisa jadi taaruf tidak hanya berlangsung satu kali tapi berkali kali dan bisa jadi pula setelah taaruf ada ketidak cocokan. Hak itu yang menjadikan salah satu pihak mengurungkan niat untuk melanjutkan ke proses berikutnya yaitu lamaran (khitbah). 

Kita tidak akan bisa menggali informasi maksimal dalam taaruf dengan singkatnya waktu yang dialokasikan dan dengan kesibukan mediator serta kesibukan kedua belah pihak. Karena pada dasarnya taaruf yang sesungguhnya adalah setelah akad nikah. Dan sangat wajar akan ada gejolak hati dalam memantapkan pilihan, maka mengadu dan mintalah petunjuk dengan istikharah cinta kita kepada Nya.

Ini hanya pendapat pribadi. Jika ada yang tidak berkenan silakan diskusi lewat komentar atau hubungi saya melalui kontak yang ada di blog ini. 

Menerima konsultasi sebisanya jika memang anda mempercayai saya untuk itu. Yang penting sesuai dengan prosedur kesopanan adat nusantara.

Semoga artikel ini bermanfaat. Bisa juga membaca artikel lainnya yang masih satu tema dengan artikel ini. Daftarnya ada dibawah. Atau masukkan kata kunci yang terkait barangkali membutuhkan artikel lainnya. Selamat membaca..

No comments:

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.