Monday, February 2, 2015

Heri Laregrage

Menjemput Bidadari Dunia , Part 3 ~ Pilih Ta’arufan saja ~

Ta’aruf (berkenalan), berkenalan disini maksudnya adalah proses mengenalkan diri kepada lawan jenis secara serius dengan dimediasi oleh seorang mediator dengan harapan menemukan kecocokan dan melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan.

Ta’aruf disini adalah salah satu proses awal dalam perencanaan membina rumah tangga tanpa adanya mekanisme pacaran sebelum menikah. Entah si calon wanita sudah kita kenal karena satu RT, satu RW, satu Desa, satu kampus, satu Organisasi yang dimana belum ada interaksi rasa yang mendalam, hanya sebatas interaksi biasa. Atau dengan oaring yang belum kita kenal sama sekali tapi sudah ada yang meykinkan bahwa orang tersebut adalah orang yang baik dari segi interaksinya dengan orang disekitar ataupun interaksi dengan Tuhannya.

Dalam ta’aruf-an memang tak harus dengan membuat proposal. Kita bisa langsung berta’aruf (berkenalan) dengan calon yang ditawarkan kepada kita tanpa membuat proposal terlebih dahulu..

Proposal adalah alat bantu dalam rangka memperkenalkan diri kita ke pihak wanita begitu juga sebaliknya. Tentunya harus ditulis dengan jujur dan tanpa bertele-tele serta menuliskan kriteria dengan melihat (berkaca) pada kondisi diri, dimana kriteria yang disebutpun adalah hal yang wajar. Dan tentunya kitapun punya alasan yang logis dan syar’i kenapa menuliskan kriteria yang demikian.

Karena dalam kenyataannya, meskipun pada saat sebelum taaruf semua pertanyaan yang akan ditanyakan kepada siwanita atau sebaliknya sudah kita siapkan, tapi terkadang ketika bertemu dalam rangka ta’aruf lidah menjadi kaku dan tak bisa berucap apa yang hendak kita tanyakan. Alhasil pengetahuan akan jati diri orang tersebut tak bisa kita gali dengan maksimal. Sampai dirumah kitapun menyesal dan merasa diri ini bodoh karena tak bisa mengungkap lebih jauh siapa orang itu dan kitapun tidak bisa menjawab dengan santai pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan. Kita cenderung gugup dan ngeblank bercampur malu ditambah jantung yang berdegup agak kencang dari biasanya sehingga tidak ada lintasan apa yang harus dikatakan.

Untuk itulah gunanya proposal, kita tinggal menggali atau menegaskan dari apa yang sejatinya sudah kita baca sebelumnya dari proposal yang diberikan. Untuk itu hal yang wajib di tuliskan dalam proposal kita setidaknya memuat deskripsi dan biodata diri, keluarga, kriteria yang diinginkan, dan rencana hidup setelah menikah. Tak ketinggalan lampiran foto diri seluruh badan.
contoh dan isi proposal taaruf pernikahan. Baca di Menjemput Bidadari Dunia , Part 4 ~Contoh Proposal Ta’arufan ~ 



Bacaan Terkait :
Menjemput Bidadari Dunia , Part 2 ~Mengunci Incaran atau Ta’arufan ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 3 ~ Pilih Ta’arufan saja ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 4 ~Contoh Proposal Ta’arufan ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 5 ~AgendaTa’aruf ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 6 ~Khitbah~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 7 ~Mengurus Surat Rekomendasi (Andon) Nikah ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 8 ~Tes Kesehatan Pra Nikah ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 9 ~Menentukan Mahar~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 10 ~Seserahan~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 11 ~Sembunyikanlah lamaran (khitbah), Umumkanlah Pernikahan~

Menjemput Bidadari Dunia , Part 13 ~Akad ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 17~Malam Pertama ~

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.