Sunday, June 27, 2010

Heri Laregrage

HAROKAH KOMPREHENSIF (1)

MUQODIMAH 
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Al-Maidah :3) 
Al-Islamu Ya’lu wa La Yu’la ‘Alaih (islam itu tinggi dan tidaka ad yang melebihi ketinggiannya). Pertanyaannya, Lantas mengapa dimasa sekarang kondisi umat islam tertinggal oleh umat-umat yang lain? Apakah selogan itu sudah tidak berlaku lagi? Ataukah ajaran islam sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman sekarang?
Jawabannya adalah slogan tersebut masih sesuai, tetap berlaku dan benar adanya. Demikian juga dengan ajaran islam masih tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kemodernan. Kalaupun kondisi islam saat initidak sedang menggembirakan, letak permasalahannya ada pada umat islam itu sendiri, bukan pada islamnya. Disatu sisii kemaksiatan dan penyimpangan telah menggerogoti kewibawaan umat, disisi lain umat yang ingin bangkit seringkali gagal dalam dalam memahami ajaran islam. Karena pada dasarnya umat islam ada lah umat yang terbaik. 
Allah berfirman: "Kalian adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah …" (QS 3 Ali 'Imran : 110)
IKHWANUL MUSLIMIN
Gerakan Ikhwanul muslimin yang didirikan Hasan Al-Banna di Mesir pada tahun 1928 memcoba memberikan jawaban atas 2 permasalahan tersebut (penyimpangan dan kemaksiatan). Melauli metode tarbiyah yang digulirkannya, islam menjadi sedemikan mudah untuk dipahami. Hasan Al-Banna mencoba mengembalikan pola ajaran islam sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah saw, dimana tarbiyah di sesuaikan dengan taraf pemahaman umat islam.
TUJUAN IKHWANUL MUSLIMIN
Ikhwanul Muslimin berjuang untuk mencapai tujuan:
  •  Tujuan jangka pendek: tujuan ini dapat dirasakan sejak seseorang bergabung dalam  jamaah ini, atau ketika jamaah Ikhwan tampil berjuang di medan umum.
  • 2.      Tujuan jangka panjang, yaitu tujuan yang memerlukan waktu dan perjalanan panjang, persiapan dan takwin (pembentukan) yang ihsan. 
Dengan ikut andil dalam kebajikan umum dan pelayanan sosial apapun bentuknya jika kondisi memungkinkan. Ketika seorang akh bergabung dengan ikhwan, ia diharuskan menyucikan jiwa, meluruskan tingkah laku, mempersiapkan akal, jiwa, dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga, kerabat, teman sejawat, dan masyarakatnya. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya, serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. "Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasilkan dan ketaqwaannya sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorinya." (Asy-Syams 7-10) 
Sesungguhnya lkhwanul Muslimin senantiasa menyerukan dakwah, meyakini manhaj, memperjuangkan aqidah, dan bekerja untuk membimbing manusia kepada sistem sosial yang mencakup seluruh aspek kehidupan, yaitu Al-Islam yang diturunkan oleh jibril kepada Nabi kita Muhammad saw. dengan bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada manusia.

TOLOK UKUR (PEDOMAN) ITU ALQUR-AN & AS-SUNNAH 
Ikhwanul Muslimin menghendaki kebangkitan umat yang ideal, yang tunduk kepada aturan Islam, sehingga Islam menjadi petunjuk dan imam mereka, serta dikenal di tengah-tengah manusia sebagai daulah (negara) yang berasaskan Al-Our'an, yang membela, menyeru, berjihad, dan berkurban dengan harta dan jiwa demi Al-Qur'an.Islam datang untuk menjadi sistem dan imam, untuk menjadi agama dan negara, untuk menjadi undang-undang, dan untuk direalisasikan. Akan tetapi, kini Islam tinggallah sistem tanpa kepemimpinan, agama tanpa negara, dan undang-undang tanpa realisasi, Bukankah ini sebuah realita, wahai ikhwan? Kalau tidak, mana. hukum Allah yang diterapkan dalam masalah darah, harta, dan kehormatan? Padahal, Allah berfirman kepada Nabi-Nya, 
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yangtelah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" (Al-Maidah: 49-50) 
Ikhwanul Muslimin yakin sepenuhnya, bahwa ketika Allah swt. menurunkan Al-Qur'an, menyuruh hamba-hamba-Nya mengikuti Muhammad saw., dan meridhai Islam sebagai agama bagi mereka, sesungguhnya Ia telah meletakkan -dalam agama ini- seluruh dasar yang mutlak dibutuhkan bagi kehidupan, Kebangkitan dan kesejahteraan umat manusia. Pembenaran terhadap uraian tersebut dapat ditemukan dalam firman Allah swt.,
"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dari Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka." (Al-A'raf: 157)
Demikian juga kita mendapatkan pembenaran dari sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits yang mulia, "Demi Allah, aku tiada membiarkan suatu keburukan. melainkan aku pasti melarang kalian dari melakukannya." 
Bila anda menyelami ajaran-ajaran Islam secara lebih mendalam, pasti akan menemukan betapa agama yang agung ini telah meletakkan prinsip, sistem, dan tatanan yang paling tepat bagi kehidupan manusia, baik dalam skala individu, keluarga, maupun bangsa-bangsa. Islam juga memformulasikan kerangka konseptualnya secara detail; sesuatu yang tak sanggup dilakukan oleh para reformer dan pemimpin bangsa-bangsa di dunia. Tema-tema besar semacam universalisme, nasionalisme, sosialisme, kapitalisme, komunisme, perang, distribusi kekayaan, hubungan antara produsen dan konsumen, serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini -yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modern- kami yakin telah diselami begitu dalam oleh Islam. Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan, sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju ke sana.

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.