Thursday, June 24, 2010

Heri Laregrage

NEGARA ISLAM INDONESIA (NII)

Gerakan NII didirikan oleh Sekarmadji Marijan Kartosuwiryo (Agustus 48). Diproklamirkan resmi tanggal 7 agustus 49. Gerakan ini muncul karena kekecewaan dan gelora perjuanagn dari kalangan Partai Serikat Islam dalam menghadapi situasi politik, sosial dan ideologis bangsa yan penuh persaingan dan kecurangan yang berjalan tanpa arah. Gerakan bersifat eksklusive, radikal, ghulluw dan tasyadudu.
• Sikap plitik dan keagamaan mengandalkan memampuan basyariyah yang berbasis ra’yi : akal, logika dan nalar
• Enggan ber’ittiba’ rasul dan sahabat
• Berasa golongannya lebih baik dan lebih benar dalam hal ketakwaan dam pelaksanaan kesalihan serta berderajat sejajar dengan nabi dan para khalifahnya.
• Member fonis kafir, membangkang, munafik, musrik kepada setiap muslim yang tidak menerimanya dan atau berada diluar komunitrasnya
• Menganggap halal darah (membunuh), harta dan kehormatann muslim lain diluar kelompoknya
• Mensakralkan hari pendirian NII
• Merusak dan memiskinkan jiwa, metal,metrial, moral-kepribadian, intelektual anggota masyarakat melalui indoktrinasi Fa’I (merampas harta massyarakat untuk kepentingan NII) membangaun sistem organisasi perbudakann umat untuk tujuan politik dan kekuasaan melalui tindak kejahatan dan kriminalitas.

Bendera NII adalah Merah-Putihber-Bulan Bintang dengan Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia
NII Berpegang pada Al Qur’an dan hadis Shahih
NII aktif dari waktu pembentukannya sampai tahun 62, dan setelah itu mengalami kevakuman yang nyaris hilang
Kebohongan NII diantaranya adalah menyatakan kalim bahwa NBA (Negara bagian Aceh pimpinan Abu Daud BBeureueuh) merupakan bagian integral dari NII Kertosuwiryo,padahal kenyataannya tidak demikian, tapi hanya Aceh menyatakan diri sebagai negara bagian yang merdwkka baik dari NKRI ataupun NII.
Perpecahan ERA Kertosuwiryo
• 1953 Aceh memisahkan diri dari NBA (NII)
• 1960 Hakar Muzakkar di SulSEL memisahkan diri dari Kertosuwiry dan meproklamasikan diri sebagi REPUBLIK PERSATUAN ISLAM
Setelah vakum 3 tahun , muncullah Gerakan Fillah NII (gerakan NII Non Stuktiral) dipimpin oleh Agus Abdullah, Kadar Shalihat dan Djadja Sudjaja dan digantikan dengan Gerakan NII Struyktural Sabililah dipmpin oleh Alimurtopo tahun 1974. Pada musyawarah luar biasanya menetapkan Daud Beureueh sebagai pemimpin. Karena Daud sering sakit sakitan maka terjadi kepemimpinan yang amburadul dan banyaknya provokasi dalam kubu NII,
kepemimpinan selanjutnya adalah Djaelani Tirta Praja 1978
kemudian kepemimpinan di solo oleh Abdulah Sungkar dan abu bakar ba’asyir tapi untuk kepemimpinan tertinggi berlangsung di Malaysia.
StrukturNII abu Toto membanun ma’had besar di inderamayu yaitu PONPES (ma’had) Al Zaytun
Tahun 2000 bulan agustus para eksponen NII dari berbagai kubu menbentuk Majlis mujahidin Indonesia memlaui kongres mujahidin di jogja dan mengangkat Ba’asyir menjadi ketua Ahlul Halli Wal aqdl. Ditahu yang sama mendirikan Majlis Khilafatul Muslimin Indonesia yang mengangkat abdul qodir baraja’ sebaga imam atau khalifahnya.
Kelompk dan kekuatan yang bermain didalam proyek Ma’had NII yang menjadi maslah karena didirikan oleh NII yang terkenal kesesatannya. Para tokohnya seperti abu toto dkk yang memandu kembalinya aliran isa bugis yang telah jelas dinyatakan sesat olek kejati dan kejagung serta MUI yang menamakan dir sebagai gerakan kerasulan.
Taun 94 mereka membangun Ma’had Al Zaytun sebagai kedok (tameng) bagi basis keberadaab NII fase Madinah II di Hargeulis.
Menurut mereka, sekarang masih dalam 2 fase dakwah. Fase mekah yaitu fase dimana para pengikut NII, msih berada di luar daerah ma’had al zaitun. Yaitu fase sebelum berhijrah. Dalam hal ini pengikut NII masih berada di seluruh penjuru Indonesia. Sedangkan fase ke 2 adalah fase madinah, fase hijrah dengan harapan untuk membangun kekuatn NII yang sesunggunya yaitudengan menetap atau pindahnya seluruh pengikut NII ke ma’had al zaitun. Maka dari itu ma’had al zaitun memang di rencanakan dibangun sedemikian megahnya sebagai politik mercusuar yangdampaknya diharap akan sampai ke seluruh asia tenggara, karena malaysiapun akan menjadi bagian dari NII.
Modus kriminalitas
Yang popular adalah di Jakarta. Dimana Jakarta selatan kejahatan pengikut NII yang berkedokan sebagai agen penyalur baby sitter atau pembantu, dimana pengasuhnya sendiri atlah ketua RT menurut pemerintahan NII, yang mengospek atau yang menerangkan bagaimana modus kerja mereka. Orang yang ditunjuk tersebut menyalurkan orang2 tersebut untuk bekerja dan jka sudah diterima, ia akan bekerja dengan baik untuk mengambil kepercayaan sang majikan. Tapi setelah lama disitu dan menunggu kondisi lengah (sudah tidak ada orang) ia menjarah harta benda majikan, karena dalam ajarannya harta dan darah orang selain komunitas NII adalah halal.
Adalagi modus berupa permintaan sumbangan yang notabene surat2 dan tanda tangannya sudah dipalsukan, baik itu yang beredar dari rumah kerumah ataupun dari bis ke bis, karana pengikut NII yang sudah baligh seah dikenakan tebusan dosa (bayar zakat) tiap bulannya. Minimal 100 ribu. Tapi memang kegiatan seperti diatas bukan semuany oleh oknum NII, karena masih ada yang meninta sumbangn dengan legal tapi itu sult dibedakan, mana yang penipuan mana yang beneran.
Modus lainnya adalah pencurian / perampokan taksi yang sedang berrdar. Dengan berpura-pura naik taksi ke suatu tujuan tapi akhirnya diperjalannan ia rampas dari pemiliknya
Wallahu alam bissowab

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.