Wednesday, March 26, 2014

Heri Laregrage

Benarkah Jokowi Capres Boneka atau Tumbal PDI-P ?



Jumat Siang 15 Maret 2014 hari bersejarah bagi Jokowi, karena resmi dinobatkan menjadi calon presiden dari PDI-P. Meskipun hari sebelumnya sudah ada sinyal dari PDI P dengan adanya pertemuan dengan apra pengusaha dan Nyekar ke Makam Mbah Karno di Blitar.

langsung terlintas dalam benak saya berarti  siap-siap saja takbir keliling di cekal se Indonesia raya diganti konser metalica di seantero nusantara pada malam hari rayanya. Kebijakan pelarangan takbir keliling menurut saya menggelitik, kebijakan yang melarang takbir kelilng di malam hari raya yang katanya bikin macet, tetapi disisi lain dia menyetujui yang katanya malam seni saat perayaan tahun baru.

saya apresiasi pemberian mandat bu mega kepada jokowi tak seperti partai sebelah yg ribut, kusak kusuk ingin deberitakan media meskipun belum calon resmi dari partainya. Saya aparesiasi juga kepada bu mega yang legowo & merelakan jabatan impiannya kpd jokowi yg katanya kader terbaik PDI-P meskipun kalau dinilai adil masih bayak kader lain yang loyal dan kinerjanya lebih baik dari jokowi. karena redup dengan media maka dia tak ada bau dan rasanya.

Deklarasi jokowi di sebelum kampanye pileg selesai adalah momentum emas PDI-P untuk memaksimalkan merebut hati pemilih. Pencapresan jokowi bisa jadi jadi tumbal politik atau boneka politik  untuk mendobrak daya pilih masyarakat kepada PDI-P, apalagi menjelang kampanye terbuka. jokowi pun lansung minta cuti kemendagri untuk jadi jurkamnya PDI-P.
jika pencapresan jokowi dilakukan pasca pileg maka tidak ada imbas besar bagi suara partai di pileg 9 April mendatang, apalagi jokowi sudah punya ribuan akun medsos yg dikendalikan jasmev. Sangat mudah untuk meneruskan. kalau dulu PDI-P memasarkan produknya biasa saja, setelah jokowi resmi nyapres, maka produknya jadi istimewa pake telur.

tapi Politik itu misteri (ghoib), kemaren bilang ia, skrg bisa bilang tidak, begitu jg sebaliknya. politik itu misteri, sekarang populer, bisa jadi besok terpuruk. Sekarang bersih, bsa jd besok korupsi. Sekarang dipuji, esok harus siap di caci maki. Karena ada dalang dibalik dalang.
Selamat bertarung asal dengan pertarungan yang jantan.

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.