Wednesday, March 26, 2014

Heri Laregrage

BPJS Sistem kapitalis yg Memanfaatkan Kepolosan Rakyat

Baca berita dari republika online  Tunggakan Jamkesmas Masih Diverifikasi http://t.co/qD6ChgdBQY” jadi curiga dan menimbulkan pertanyaan yang sama seperti orang-orang sinis lainya menanggapi program JKN.. Belum lagi banyak aduan tunggakan pembayaran jamkesmas/ askes dibeberapa rumah sakit sebelum beralih dari askes ke BPJS. Aduan dan tunggakan tsbt mengakibatkan banyak juga RS yg enggan menerima pasien jamkesmas atau pasien rujukan askes karena takut tdk dibayar, atau meski diterima RS, tapi perlakuan pasien askes/ jamkesmas berbeda dg perlakuan pasien lainnya (komersial). Meskipun tdk semua RS menolak pasien askes/ jamkesmas karena masih banyak juga RS yg masih menerima pasien askes/jamkesmas.

Soal tunggakan PT askes ke RS bisa di cek disini http://t.co/xbnu57NYiG. Sangat mungkin tunggakan itu bisa terjadi tiap tahunnya, krna anggaran utk kesehatan masih dibawah 4% http://t.co/fWHd02JPQT. Dgn anggaran sprti itu wajar jk Peringkat Kesehatan dan Kesejahteraan indonesia berada di peringkat ke-84 http://t.co/tMoBmzL5DM 

Nah, bisa jadi ada hubungannya kenapa Askes berubah menjad. berubahnya Askes ke BPJS yg katanya utk mensukseskan Jaminan Kesehatan Nasional JKN. Dengan berubahnya Askes menjadi BPJS maka akan ada dana segar yg mengalir ke pemerintah tiap bulannya dari hasil iuran peserta JKN yg sblmnya tdk ada. Masyarakat diminta “dipaksa” utk iuran, katanya agar JKN bisa sukses
Dengan alokasi kesehatan apbn yg tetap dan tetapi bertambah dari iuran JKN. Seharusnya tdk ada lagi persoalan RS menolak pasien miskin. Dg dalih kordinasi dll seharusnya penolakan psien bpjs dr RS itu tdk ada http://t.co/bYb9nePfkC .

Pemerintah tdk bersungguh-sungguh dlm mmperjuangkan indonesia sehat 2020. Bukankah fakir miskin (yg tdk bsa berobat) dibiayai negara?. Bukankah berarti pemerintah telah menyalahi amanat UUD 1945? Ini yang dilakukan Malah ngadalin rakyatnya utk bantu iuran kesehatan nasional. Baik sih.. Tp memanfaatkan keluguan rakyat indonesia. Dg dalih gotong royong Yg mampu bantu yg tidak mampu. Sekali lagi warga dipaksa ikut urunan jkn.

Dengan adanya iuran warga tsbt bsa menimbulkan dana2 subhat. Iuran terus menerus sdgkan tingkat pengeluaran utk pembiayaan sedikit. Karena prosedur klain yang ribet maka orang cenderung malas mengurus klaim tersebut. Akibatnya uang tsbt menumpuk di bank sebagai simpanan. Simpanan tersebut Berbunga dan rawan disalahgunakan. Masih rada mending jika endingnya muncul spt beasiswa LPDP, yang ditakutkan bisa jd malah miris, mirip seperti kasus DAU kemenag yang dananya ditilep oknum

Dana JKN bisa jd sama dg dananya iuran haji. Iurannya jalan terus dg sekian banyak orang tp dana menumpuk. Semoga kemanfaatan yg besar memang ada di BPJS dgn JKN nya. dmna org yg ada didlm (yang mengurusi BPJS) bisa melakukan sesuai dg kbermanfaatan yg direncanakan. sekian

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.