Tuesday, April 26, 2016

Heri Laregrage

Mengurus Administrasi Kependudukan bag. 1 -Mencabut KK dan KTP dari daerah asal-



Sudah satu rumah masih tapi masih pisah KK sama pasangan?

Kartu Keluarga (KK) bisa jadi semacam kartu sakti setelah Kartu Tanda Penduduk dalam hal yang berkaitan dengan data adminstrasi kependudukan  (RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kab/Kota dan provinsi). Orang yang sudah berkeluarga baiknya sudah menjadi bagian terpisah dari kartu keluarga yang lama dan bersatu dengan pasangannya membuat Kartu keluarga yang baru. 

Membuat KK baru berarti membuat KTP baru karena akan ada perubahan data minimal statusnya maritalnya pagi pasangan suami istri baru. Kebanyakannya yang ngurus baru status nya berganti dari Belum kawin menjadi Menikah/ Kawin.

Entah sistem ini dibuat karena ketidakpercayaan atau untuk ketertiban administrasi dan akurasi data. Agar bisa mengurus perpindahan KK dan KTP baru tersebut harus mendapatkan Surat keterangan atau rekomendasi dari Kecamatan. Sebelum mendapat surat dari Kecamatan, maka diminta membuat surat pengantar dari Kelurahan. Untuk Mendapat surat keterangan dari  kelurahan maka harus membawa pengantar dari RW setempat. Dan untuk mendapat surat pengantar dari RW maka harus bisa menunjukkan pengantar dari RT, untuk mendapat surat pengantar dari RT maka kita harus tau rumahnya pak RT.

Padahal katanya KTP kita sudah e-KTP (KTP elektronik), harusnya sekali klik kita bisa tahu data-datanya. Artinya dengan men-scan KTP di Kabupaten atau kota setempat maka datanya akan muncul dan tinggal dipilih menu edit  atau menu delet jika kita memilih pindah kota atau kabupaten.  Jadi bisa memangkas pengurusan izin dan bisa memangkas waktu serta bensin karena kadang Pak RT, Pak RW dan Pak Lurah serta Pak camat atau bidang yang mewakili tidak ada ditempat saat datang ke kantornya hendak mengurus surat surat tersebut.

Positifnya, mengurus pengantar  dengan menggunakan sistem beruntun tadi, secara tidak langsung bisa silaturahim dan kulonuwun kalau kita hendak meninggalkan RT, RW dan Kelurahan tersebut. Apalagi yang ketemunya pas ada perlu saja untuk mengurus surat surat, tidak ada intensitas bertemu lainnya.  kalau tidak ngurus surat berarti tidak pernah ketemu. Jadi tidak asal datang dan pergi (menghilang tanpa pamitan), belum lagi bumbu kasus teroris yang sengaja dihembuskan oknum tertentu agar orang yang datang dan pergi harus terpantau rapi untuk kehati-hatian

Meski terkadang banyak yang mengurus surat tersebut bukan dirinya sendir, tapi diwakilkan anggota keluarga yang lain atau ada  juga yg memilih lewat “calo” (jika memang ada calo),  yang penting ada tembungnya dan ada yang mewakili kalau saudaranya hendak pindah domisili atau pindah penduduk.

Untuk membuat KK baru, yang bersangkutan harus keluar dulu dari KK lamanya. Berikut prosedur pengurusan Kartu Keluarga Baru.

MENCABUT KK DAN KTP
Membuat surat Pengantar RT, RW dan ditujukan ke Desa/ Kelurahan setempat. Di Kelurahan/ Desa wajib melampirkan KTP dan KK lama tapi di RT dan RW tergantung RT dan RW masing masing. Ada yang minta melampirkan FC KK + KTP dan ada yang tidak. Aslinya tidak dipungut biaya. Tapi ada juga yang minta disedekahi.

Di kelurahan nanti dibuatkan atau disuruh  ngisi form pindah datang dan dibuatkan surat pengantar ke Kecamatan. Siapkan juga persyaratan pendukung seperti  :
  • Foto berwarna 3x4  4 lembar
  • KTP  lama Asli,
  • KK lama Asli,
  • FC Akta Lahir,
  • FC ijazah terakhir,
  • FC Surat Nikah

Dikecamatan tinggal menstempel dan setelah itu langsung dibawa ke Dinas terkait baik Kabupaten atau kota setempat .

Jika sudah di kabupaten atau Kota maka masukkan ke loket pendaftaran dan utarakan keperluannya. Jangan lupa bertanya berapa lama jadinya, bisa ditunggu atau ditinggal.

Jika pindah masih dalam kota/ kabupaten maka ketika kita datang lagi kita bisa langsung mendapatkan KK dan KTP baru. Tapi jika KTP dan KK belum bisa jadi hari tersebut maka kita kan diberikan Selembar kertas sebagai pengganti KTP elektroniknya dan bukti penerimaan. Bawa bukti penerimaan tersebut saat mengambil KTP dan KK yang baru.

Jika Pindah luar kota/ kabupaten/ lintas provinsi maka akan dibuatkan Surat Keterangan Pindah datang sebagai pengantar  ke tempat yg dituju. Pengurusan pencabutan KK dari awal sampai akhir bisa diwakilkan dan aslinya Gratis.

Surat pengantar dari Kabupaten/kota bagi yang ingin pindah keluar kota/ kabupaten lain masih ada beberapa proses lagi. Klik disin iuntuk proses selanjutnya.

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.