Memimpikan Masyarakat Madaniyah Dari Hudaibiyah menuju Jakarta (1)


Runtuhnya kekhalifahan Turki Usmani 1924 M  membuat umat islam bergeliat untuk menemukan jati dirinya kembali dengan berupaya merintis kembali sitem kekhaifahan yang pernah ada. Orang orang yang merindukan system kekhalifahan, membentuk konfrensi-konfrensi international untuk mewujudkan kembali persatuan umat islam dalam satu kepemimpinan. Umat islam sendiri memulai konfrensi Internasional  kekhalifahan pasca runtuhnya Kekahalifahan Turki Usmani pada tahun 1926 di Kairo.
Dimulainya konferensi khalifah di kairo, memancing komunitas komunitas islam lainnya untuk membentuk suatu pergerakan keislaman atas dasar kesamaan visi. Sehingga muncul beberapa pergerakan  islam yang muncul pada awal-awal tahun runtuhnya kekhalifahan Turki Usmani yang mana pergerakan tersebut ada yang tenggelam dan ada yang semakin tenar dewasa ini. Tujuan mereka sama, yaitu ingin memurnikan kembali ajaran islam dan sistem islam sesuai dengan Al-quran dan As-Sunah.
Di Indonesia, perjuangan mengembalikan umat manusia kepada fitrohnya (islam) bukan jalan yang mudah dan singkat. Tapi sebuah perjalanan panjang yang penuh arti baik bagi para pengukir sejarah yang telah mendahului ataupun para generasi penerusnya yang mengenang keheroikan aktifis islam pada masanya. Para Kyai dan ulama pada jamannya berusaha menyebarkan islam pada penduduk setempat, bahkan dalam perjuangan melawan penjajah merekapun mengususng atas dasar persatuan islam. Bukan atas dasar nenek moyang. 
bersambung ke bagian 2

Post a Comment for "Memimpikan Masyarakat Madaniyah Dari Hudaibiyah menuju Jakarta (1)"