Header Ads

Menjemput Bidadari Dunia , Part 10 ~Seserahan ~




Seserahan sudah menjadi bagian yang umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya kini sudah mengakar dalam budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan. Seserahan merupakan simbolisasi dari pihak mempelai pria sebagai wujud tanggungjawab kepada pihak keluarga terutama orang tua calon pengantin wanita.

Besarnya seserahan adalah disesuaikan dengan kemampuan pihak pria, serta tidak memaksakan diri.

Syarat yang harus dipenuhi dalam pernikahan adalah sebagai berikut :
1. Harus diketahui secara jelas nama atau sifat dari masing-masing pasangan yang akan menikah. Tidak boleh seorang wali menikahkan anaknya dengan perkataan umum, seperti “Saya nikahkan engkau dengan salah seorang putriku”, padahal ia memiliki anak lebih dari satu dan semua belum menikah. Oleh karena itu harus disebutkan secara jelas seperti dengan nama atau sifat yang bisa membedakan antara anak-anaknya.
2. Keridhoan dari laki-laki dan perempuan yang akan menikah untuk menerima calon pasangannya masing-masing. Maka tidak sah nikah dalam keadaan terpaksa sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang janda tidak dinikahkan sehingga dimintai perintahnya. Dan seorang gadis tidak dinikahkan sehingga dimintai izinnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Adanya wali perempuan. Tidak boleh menikahkan seorang perempuan kecuali walinya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada nikah kecuali dengan wali” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, Shahih). Syarat bagi wali adalah seorang laki-laki, baligh, berakal, merdeka, dan secara umum baik agamanya (bukan orang fasik)
4. Adanya dua orang saksi. Tidak sah akad nikah kecuali dengan adanya dua orang saksi yang beragama Islam, baligh, dan secara umum baik agamanya (bukan orang fasik). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang baik agamanya. Jika tidak ada kedua hal tersebut, maka akad nikahnya tidak sah” (HR. Ibnu Hiban, dinilai shahih oleh Ibnu Hazm)
5. Tidak adanya penghalang yang menghalangi sahnya pernikahan, baik dari nasab (yang tidak boleh dinikahi), saudara persusuan, perbedaan agama, dan sebab-sebab yang lainnya.

Sedangkan rukun nikah yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :
1. Dua orang yang melakukan akad nikah, yaitu calon pasangan suami istri.
2. Ijab, yaitu ucapan yang berasal dari wali nikah perempuan atau orang yang menggantikannya.
3. Qobul, yaitu ucapan yang berasal dari pengantin laki-laki. Ijab harus terlebih dahulu dilakukan sebelum Qobul.

Seserahan bukanlah syarat (ukuran) sah atau tidaknya pernikahan sehingga janganlah dijadikan beban dan penghalang menikah jika memang kondisi ekonomi kita sedang pas pasan.

Sekali lagi seserahan hanya sebatas adat atau tradisi masyarakat yang menjadi warisan budaya lokal. Jika ada pos anggaran silahkan ditunaikan, jika tidak ada jangan segan untuk terus terang pada calon mempelai wanita dan pihak keluarganya. namun jika itu sudah menjadi adat yang kuat ditengah kita, dan cenderung gengsi jika tidak ada seserahan semoga Allah memudahkan calon mempelai pria ntuk mendapatkan seseraan yang sesuai keinginannya.

Jika kita sudah memberikan mahar maka sejatinya kita sudah memberikan seserahan. Meskipun dalam kondisi masyarakat sekarang seolah ada perbedaan keduanya. Kalau mahar biasanya barang yang mempunyai ke khasan sendiri (seperangkat alat solat, perhiasaan, uang tunai dan permintaan mempelai wanita lainnya). Sedangkan seserahan lebih mewakili unsur nafkah pokok lahir batin yakni Spiritual, Sandang, Pangan. Sehingga seserahan yang dibawa biasanya berupa perlengkapan mempelai pria dari ujung rambut hingga ujung kaki, perlengkapan kamar tidur, perlengkapan mandi dan make up, makanan tradisional dan kebutuhan lainnya.


Allahu A’lam bishowab

Bacaan Terkait :
Menjemput Bidadari Dunia , Part 2 ~Mengunci Incaran atau Ta’arufan ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 3 ~ Pilih Ta’arufan saja ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 4 ~Contoh Proposal Ta’arufan ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 5 ~AgendaTa’aruf ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 6 ~Khitbah~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 7 ~Mengurus Surat Rekomendasi (Andon) Nikah ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 8 ~Tes Kesehatan Pra Nikah ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 9 ~Menentukan Mahar~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 10 ~Seserahan~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 11 ~Sembunyikanlah lamaran (khitbah), Umumkanlah Pernikahan~

Menjemput Bidadari Dunia , Part 13 ~Akad ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 17~Malam Pertama ~

No comments:

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.