Tuesday, April 5, 2016

Heri Laregrage

Menjemput Bidadari Dunia , Part 15 ~Riasan Pengantin ~




Tata rias akan selalu diperhitungkan dalam acara pernikahan apalagi berhubungan dengan resepsi pernikahan. Baik itu menggunakan jasa orang lain ataupun meminta bantuan teman dan ada pula yang me- make-up-i diri sendiri. 

Berriaslah sewajarnya baik pengantin laki-laki ataupun pengantin perempuan. Meskipun itu hak mereka mau di dandani seperti apa. Itulah salah satu nasehat sebelum pernikahan. Ada yang memberi masukan, “Jangan sampai pengantin laki-laki dibedaki apalagi di pakaikan lipstick. Sedangkan untuk pengantin perempuan pakailah make up sewajarnya juga. Tak usahlah tebal-tebal bedak dan goresan-goresan lain yang mengukir wajah sang manten. Kita yang punya hajat, maka kita yang menentukan dandanan kita mau seperti apa. Ini bukan saja terkait penghematan anggaran atau terkait aurat tapi juga terkait adab dan penampilan, Karena mempelai wanita dan mempelai pria bukan tontonan para tamu undangan.”

Gampang-gampang susah memang, disatu sisi sudah menjadi adat dan kebiasaan. Belum lagi jika ada permintaan dari pihak keluarga yang minta dibegini begitukan. 

Kalau hanya sekedar menghindari produk yang dilarang (haram), tidak mencukur alis dan hijab tidak bermodel punuk unta itu mudah. Tapi apa iya pengantin ndak di dandanin?, kan ini momen sekali seumur hidup…!

Wanita mana coba yang tidak mau terlihat cantik dan ‘manglingi’ saat hari pernikahannya? Bukan kah pasangan pengantin disebut ‘raja dan ratu sehari’, tentu saja di hari pernikahan terutama pengantin wanita ingin terlihat cantik, bukan?

Setiap muslimah sebenarnya sudah cantik, terutama dari segi kepribadiannya. Make up hanyalah sekedar untuk menyempurnakan kecantikan yang sudah diberikan oleh Allah. 

Maka dari itu, calon manten harus mencari refrensi penata rias yang baik, syar’i dan tidak menor itu bisa didapatkan dimana. Kemarin istri dapat penata rias tersebut atas referensi dari seorang ustadzah yang iya silaturahimi.

Inilah salah satu keuntungan jika kita mengantar sendiri undangan pernikahan kepada orang-orang tertentu. Merekapun tidak akan menerima undangan itu begitu saja, tapi mereka akan memberikan nasehat, pengetahuan dan pengalaman pernikahannya kepada kita. Nasehat-nasehat itu sangat bermanfaat sebagai bekal kita dalam pernikahan atau kehidupan rumah tangga kelak.

Nasehat yang lain, “Jangan lupa siapkan baju ganti beberapa stel karena biasanya kita akan tinggal di rumah mertua. Jangan seperti saya yang tidak mempersiapkan apa-apa, alhasil baju mertuapun saja pinjam untuk saya kenakan."

Selamat mempersiapkan pernikahan... Semoga bermanfaat


Allahu a'lam bishowab

Bacaan Terkait :
Menjemput Bidadari Dunia , Part 2 ~Mengunci Incaran atau Ta’arufan ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 3 ~ Pilih Ta’arufan saja ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 4 ~Contoh Proposal Ta’arufan ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 5 ~AgendaTa’aruf ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 6 ~Khitbah~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 7 ~Mengurus Surat Rekomendasi (Andon) Nikah ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 8 ~Tes Kesehatan Pra Nikah ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 9 ~Menentukan Mahar~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 10 ~Seserahan~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 11 ~Sembunyikanlah lamaran (khitbah), Umumkanlah Pernikahan~

Menjemput Bidadari Dunia , Part 13 ~Akad ~
Menjemput Bidadari Dunia , Part 17~Malam Pertama ~

Heri Laregrage

About Heri Laregrage

Ayah satu anak | Suka melingkar |Blogger asal Cirebon berdomisili di Semarang | Penulis Lepas | Bukan Pemula, Tapi Juga Bukan Mastah | Konsultan Kelautan | twitter @heri_laregrage | ig @herilaregrage.

Subscribe to this Blog via Email :

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.