Asus VivoBook Ultra A412, Laptop Kecil Dilengkapi Windows Hello



Saya adalah tipe orang yang tidak enakan. Sungkan untuk meminta bantuan orang lain. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab saya, sebisa mungkin saya lakukan sendiri. Selagi dirasa masih bisa dikerjakan sendiri, saya pantang untuk minta bantuan orang lain, kepada orang terdekat sekalipun. Hal tersebut berlaku baik untuk urusan pribadi ataupun urusan pekerjaan.

Begitu juga dengan penggunaan peralatan, sebisa mungkin menggunakan peralatan sendiri tanpa merepotkan atau menggangu  milik orang lain (tidak pinjam milik orang lain). Apalagi peralatan tersebut berkaitan dengan aktifitas yang sering dikerjakan, seperti aktifitas pekerjaan atau akifitas keseharian lainnya. Jika harus menggunakan peralatan milik orang lain, saya harus memastikan peralatan tersebut benar-benar sudah tidak dipakai, meski harus menunggu malam hari atau pagi hari kalau pemilik masih satu rumah atau satu kos. Tapi kalau beda rumah ya harus rela menunggu lama meskipun sampai berhari-hari. Kalau terpaksa harus pinjem barang orang lain jangan lupa izin dulu ya..!

Sungkan Pinjam Laptop

Seperti halnya penggunaan laptop, sebisa mungkin tidak meminjam milik orang lain dan mengusahakan bawa sendiri. Waktu belum ada laptop, saya sempat merasakan bagaimana pentingnya barang tersebut. Terlebih saat kuliah. Disaat orang lain mengkonsep tugas atau pekerjaan langsung pada laptop, saya harus rela mengkonsep segalanya pada loose leaf atau block note. Apalagi saat ada kegiatan kelompok yang berkaitan dengan pembuatan makalah, saat itu saya lebih asyik corat coret daripada ketak ketik. Tahu kan ya loose leaf, itu loh yang biasanya sering dipakai untuk buku catatan kuliah mahasiswa! ada juga yang bilang kertas binder.

Ya begitulah risiko tidak punya laptop zaman jadi mahasiswa. Tapi bersyukur, meskipun tidak pernah menenteng laptop sendiri dari kos, kantin, kampus dan perpus, tapi alhamdulillah diberikan kemudahan untuk bisa lulus kuliah. Sekarang mana ada mahasiswa yang tidak punya laptop? ya minimalnya notebook atau modal ponsel pintar. Kalau benar masih ada mahasiswa yang belum ada laptop atau hape pintar, bersabarlah ya nak..! Kelak masa lalumu menjadi mahasiswa akan selalu menjadi kenangan perjuangan.

Sekarang saat sudah bekerja, laptop juga menjadi pegangan wajib ketika ada aktifitas luar kantor baik dalam kota maupun luar kota. Terutama saat ikut seminar atau ketemu klien untuk persentasi. Kalau bawa laptop sendiri bisa lebih leluasa penggunaannya. Saat selesai acara atau ketika sudah berada di penginapan, kadang saya lebih asyik membuka laptop untuk menyiapkan bahan buat besok atau buka laptop hanya sekedar memindahkan file dari ponsel ke laptop.

Biasanya laptop yang dibawa saat ada acara diluar adalah laptop kecil atau notebook, bahkan beberapa orang lebih simpel bawa tablet daripada laptop karena kecil dan ringan. Jarang ada yang mau bawa laptop besar yang ditaruh di tas ransel dan membawanya kemana-mana. Tapi tahukah anda kalau sekarang sudah ada laptop 14 inci yang kecil, tipis dan tidak memerlukan tas ransel untuk membawanya kemana-mana?

World’s Smallest Colorful 14-inch Ultrabook


Ngomongin laptop yang pas buat dibawa kemana-mana, Asus punya produk laptop 14 inciahun 2019 yang diklaim mempunyai ukuran paling kecil dikelasnya. Artinya laptop Asus ini dijamin lebih kecil dan lebih slim dari laptop merek lain yang punya ukuran sama yaitu 14 inci.

Laptop berlayar 14 inci adalah ukuran laptop paling pas dan ideal digunakan saat ada pekerjaan di luar. Laptop 14 inci layarnya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Tapi kebanyakan laptop 14 inci pada umumnya memiliki bezel atau bingkai layar terlalu besar yang menjadikan dimensi laptop menjadi tambah besar. Ketika membawa laptop berlayar 14 inci ini, bisa jadi bodi keseluruhannya menjadi 15 inci.

Baca juga : Kupas Tuntas ScreenPad™ ASUS ZenBook Pro 15 UX580

Asus VivoBook Ultra A412 meski memiliki layar 14 inci tapi sangat memungkinkan untuk dibawa menggunakan tas punggung (ransel), tas jinjing ataupun tas selempang. Pada laptop VivoBook Ultra A412 ini, Tim Asus membuat rangka atau bezel layar lebih minimalis, nyaris tidak ada bingkai sama sekali. Sehingga keseluruhan bodi laptop pun menjadi semakin kecil. Produk ini diluncurkan pada bulan Juni 2019 yang lalu, tepatnya pada hari kamis tanggal 20 Juni 2019 di Pullman Central Park Jakarta.


Peluncuran Asus VivoBook Ultra A412

Saat peluncuran produk Asus VivoBook Ultra A412 di Jakarta bulan Juni lalu, Nick Wu selaku Product Manager Notebook Asus mengkampanyekan untuk meninggalkan tas punggung atau ransel yang besar sebagai tempat untuk membawa laptop. Saat persentasi, Nick Wu melemparkan tas punggung yang ia kenakan dalam rangka menyambut produk baru Asus yang tidak memerlukan tas ransel besar saat hendak membawa laptop keluar.  Selepas melemparkan tas ranselnya, Nick Wu pun langsung memperkenalkan VivoBook Ultra A412,  laptop 14 inci yang paling kecil dan tipis dikelasnya. Laptop 14 inci yang bisa dibawa kemana-mana tanpa harus membawa tas punggung atau tas ransel.


Laptop 14 inci yang ada biasanya berdimensi panjang 34,8 cm dan lebar 24,7 cm atau setara dengan 844,9 cm2. Tapi Asus VivoBook Ultra A412 memiliki dimensi panjang 32,2 cm dan lebar 21,2 cm  atau setara dengan  685,7 cm2. Itu artinya Asus VivoBook Ultra A412 mempunyai dimensi 20% lebih kecil dibandingkan dengan laptop 14 inci lainnya. Saat laptop 14 inci lain memilih menggunakan 77% layar dari keseluruhan layar, Asus VivoBook Ultra memilih untuk memaksimalkan layarnya dengan menggunakan  87% dari keseluruhan dimensi layar. Ketebalan laptop ultrabook A412 juga menyesuaikan dengan bodi keseluruhan, dimana A412 mempunyai tebal 1,95 cm  dengan berat total 1,5 Kg. Cukup tipis dan ringan bukan?!

Seberapa Kecil dan Tipis Asus VivoBook Ultra A412

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, VivoBook Ultra A412 mempunyai bodi yang lebih kecil dan lebih tipis dari laptop lain dikelas layar yang sama. Kalau tidak ada pembanding, mungkin masih banyak yang bertanya kebenarannya. Benar tidak ya kalau Asus VivoBook Ultra A412 menyandang gelar world’s smallest colorful 14-inch ultrabook atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia? Nah untuk lebih meyakinkan seberapa kecil dan seberapa tipis dari merek lain, silakan tonton perbandngan Asus VivoBook Ultra A412 dengan kompetitornya pada video dibawah ini....




Asus VivoBook Ultra A412 Mengusung Desain Ergolift dan NanoEdge Display

Secara fisik, yang ditonjolkan oleh Asus VivoBook Ultra A412 adalah tampilan layar yang maksimal terhadap rasio bodi layar keseluruhan. Tapi ternyata bukan hanya itu saja yang bisa di unggulkan dari VivoBook Ultra A412.  Selain rasio layar, ultrabook A412 ini juga mengandalkan desain Ergolift dan NanoEdge Display.



Semua laptop Asus sudah menggunakan NanoEdge Display. NanoEdge Display merupakan teknologi eksklusif yang membuat bezel pada layar VivoBook Ultra A412 tampil dengan ukuran hanya 5,7mm. Berkat bezel yang tipis, dimensi bodi VivoBook Ultra A412 secara keseluruhan dapat diperkecil serta dapat menghadirkan screen-to-body ratio hingga 83 persen.


Selain teknlogi NanoEdge, Asus VivoBook Ultra A412 merupakan laptop pertama yang telah menggunakan desain ErgoLift. Ergolift Design sendiri merupakan mekanisme khusus yang membuat bagian bodi utama VivoBook Ultra A412 terangkat dan membentuk sudut dua derajat. Berkat ErgoLift Design, posisi keyboard saat VivoBook Ultra A412 digunakan menjadi lebih ergonomis dan nyaman digunakan.



Bukan hanya itu saja, ErgoLift Design juga membuat sistem pendingin di VivoBook Ultra A412 dapat bekerja lebih optimal. Saat ultrabook ini digunakan, bodinya akan sedikit terangkat membentuk sudut 2 derajat sehingga membentuk rongga yang dapat memperlancar sirkulasi udara pada sistem pendinginan. Dengan sistem pendingin yang lebih baik, hardware di dalam ultrabook ini dapat bekerja lebih optimal. Jadi tidak perlu lagi pakai tambahan kipas yang diletakkan dibawah laptop untuk mendinginkan hardware yang sedang beroperasi saat laptop digunakan.

Masuk Hanya Sekali Sentuh dengan Windows Hello




Masuk hanya dengan sekali sentuh! Itulah yang bisa kita lakukan jika menggunakan laptop Asus VivoBook Ultra A412. Pada pojok kanan atas touchpad (bantalan sentuh) terdapat alat pemindai sidik jari yang bisa dimanfaatkan untuk masuk dan menggunakan perangkat dengan sekali sentuh.

Fitur pembaca sidik jari atau fingerprint yang ada pada Asus VivoBook Ultra A412 ini sudah terintegrasi dengan Windows Hello. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna untuk login dan masuk ke dalam akun Windows 10 di VivoBook Ultra A412 tanpa harus mengetikkan password. Selain mempermudah, fitur ini juga membuat VivoBook Ultra A412 menjadi lebih aman. Ada tidak sidik jari yang sama antara orang satu dengan orang lainnya?! Jelas tidak ada bukan?!

Mengenal Windows Hello dan teknologi Intel® RealSense™

Apa itu Windows Hello? Windows Hello sendiri merupakan suatu cara yang bisa kita gunakan saat masuk ke perangkat Windows, khususnya Windows 10. Cara yang ditawarkan bersifat privat (pribadi). Artinya hanya orang tertentu yang bisa masuk dan menggunakan perangkat. Ada tiga cara masuk yang ditawarkan Windows Hello, tentunya ini disesuaikan dengan spesifikasi atau kemampuan perangkat yang digunakan. Cara masuk Windows Hello bisa dengan sidik jari (fingerprint), pengenalan wajah (face detector) serta masuk menggunakan perekaman iris mata. Masuk perangkat menggunakan Windows Hello berarti menjadikan perangkat lebih aman dari penggunaan tanpa izin. Cara masuk ini masih diyakini paling aman dari pada harus  mengetikkan kata sandi.



Jadi gampangnya, Windows Hello adalah bagian dari Windows 10 yang menawarkan cara alternatif  masuk ke perangkat laptop untuk bisa menggunakan dan mengakses aplikasi, layanan online, dan jaringan. Dikutip dari website Asus. Windows Hello bekerja dengan teknologi kredensial yang disebut Microsoft Passport yang lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih aman daripada menggunakan kata sandi, karena Windows Hello menggunakan kata sandi "biometric authentication" yang sulit untuk ditiru atau diduplikasi.  

Ketika memilih menggunakan Windows Hello, saat proses pengaturan, Windows melaui perangkat yang ada mengambil dan merekam data yang dibutuhkan baik itu data sensor wajah atau sensor iris atau sidik jari. Kemudian Windows membuat representasi yang dienkripsi dan disimpan pada perangkat.


Khusus yang ingin menikmati mode masuk perangkat dengan sensor iris atau wajah, perangkat harus sudah mempunyai fasilitas Intel® RealSense™ Camera. Intel® RealSense™ Camera sebenarnya adalah tiga kamera dalam satu (kamera 1080p HD, kamera infrared, dan infrared laser projector) yang digunakan untuk mengukur kedalaman dan memungkinkan komputer untuk membaca ekspresi wajah dan gerakan detail lainnya. Yang ditawarkan oleh Asus VivoBook Ultra A412 adalah cara masuk menggunakan sidik jari (fingerprint).


Ingat ya! Semua data yang dikumpulkan saat mengaktifkan fitur Windows Hello hanya tersimpan pada perangkat, tidak terkoneksi dengan server atau jaringan milik intel, milik windows atau bahkan milik Asus. Jadi pihak ketiga atau bahkan pihak keempat dan kelima, tidak punya akses terhadap data-data  yang disimpan ketika menggunakan perangkat yang akif mode Windows Hello-nya.

Karena ini adalah cara alternatif, jadi cara ini bisa kita gunakan kapan saja saat dibutuhkan. Ketika sudah menggunakan Windows Hello dan ingin beralih ke mode masuk dengan kata sandi atau tanpa kata sandi, kita juga bisa menonaktifkan sewaktu-waktu. Bagaimana agar kita bisa masuk ke perangkat menggunakan Windows Hello? Selengkapnya bisa klik disini.  

ASUS VivoBook Ultra A412 Hadir Dengan Spesifikasi Gahar

Meski bentuknya slim dan mungil, Asus VivoBook Ultra A412 mempunyai spesifikasi yang tinggi. Tak main-main, dalam VivoBook Ultra A412 ini Asus menanamkan  prosesor Intel Core generasi ke-8. Apalagi jika menggunakan varian tertinggi yang telah difasilitasi dengan Intel Core i7-8565U. Jadi Asus VivoBook Ultra A412 bukan hanya kecil, tapi juga bisa cepat alias gesit dalam menjalankan berbagai program. Core i7-8565U mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 4,6GHz pada konfigurasi 4 core dan 8 thread. 

Selain mendapat dukungan dari intel, untuk grafis VivoBook Ultra A412 ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce MX250 dengan VRAM sebesar 2GB. Grafis ini cocok sekali untuk menunjang kegiatan sehari-hari seperti menikmati konten hiburan hingga menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa grafis. Mau edit foto atau video dengan Asus VivoBook Ultra A412 dijamin anti lelet deh!

Asus VivoBook Ultra A412 sudah menggunakan memori DDR4 yang bisa diupgrade sampai 2 kali lipat dari memori bawaannya. Sedangkan untuk penyimpanannya Asus VivoBook Ultra A412 sudah menggunakan M.2 SSD berkapasitas 512 GB. Dengan SSD yang ada, proses transfer atau pemindahan data akan menjadi lebih cepat. 

Tidak hanya powerful secara performa, VivoBook Ultra A412 juga powerful dalam hal konektivitas. Meskin memiliki bodi yang sangat ringkas, VivoBook Ultra A412 masih hadir dengan beragam port, mulai dari USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Semua itu tampil agar penggunanya dapat mengkoneksikan berbagai macam perangkat dan aksesoris tambahan.


Sebagai ultrabook ringkas yang mengedepankan mobilitas, VivoBook Ultra A412 juga dilengkapi dengan opsi konektivitas nirkabel. Koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) membuat ultrabook ini tetap dapat terkoneksi dengan internet. Sementara Bluetooth 4.2 membuat berbagai aksesoris nirkabel dapat terhubung secara leluasa.


 

Asus VivoBook Ultra A412 Mampir ke Semarang

Saya sendiri tahu Asus VivoBook Ultra sehari setelah peluncuran resminya. Ada beberapa teman dimedia sosial yang ngebahas Asus VivoBook Ultra dipostingannya. Saya penasaran dan mencoba cari tahu lewat mesin pencari google. Tak Hanya itu, untuk lebih lengkap dan lebih resmi informasinya, saya pun langsung membuka hasil video live streaming-peluncuran ASussVivoBook Ultra A412  di fanpage facebook Asus ataupun di channel youtube Asus. 

Saat awal melihat penjelaan Pak Nick Wu  kalau Ultrabook A412 lebih kecil dari laptop 14 inci yang lain, jujur saja saya masih belum kebayang sekecil apa laptop Asus berlayar 14 inci yang baru diluncurkan itu. Tapi setelah melihat tayangan video yang membandingkan Asus VivoBook Ultra dengan laptop 14 inci yang sejenis, disini jadi semakin tahu maksudnya dan semakin kagum dengan ultrabook A412.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Belum ada anggaran untuk bisa membawa pulang Asus VivoBook Ultra, di akhir bulan September 2019 terdengar kabar kalau Asus VivoBook Ultra mau main ke Semarang. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk mencari tahu dan berusaha bisa untuk hadir di event Asus tersebut. Alhamdulillah ternyata masih dapat kuota dan akhirnya bisa dapat undangannya. Sekilas acara Asus VivoBook Ultra A412 bisa lihat video dibawah ini....



Kalau di konter mau nyoba produk kan sungkan, tapi kalau di event Asus, saya bisa mencoba langsung dan tidak sungkan lagi. Tapi sayang masih belum merasakan fitur fingerprintnya itu loh.... hehe ya iya lah, kalau mau coba fitur fingerprint dan Windows Hello harus jadi milik pribadi dulu, baru data sidik jari kita bisa direkam ke perangkat untuk akses masuk ke perangkat. Jadi harus keluar mahar dulu baru bisa setting fingerprint pake sidik jari kita.

Cukup kali ya sedikit penjelasan tentang Produk Asus VivoBook Ultranya. Kalau masih penasaran, sudah banyak kok artikel yang membahas tentang Asus VivoBook Ultra A412. Bukan hanya artikel, banyak juga video reviewnya di channel youtube. Ringkasan Spesifikasi lengkap bisa lihat gambar dibawah ini.




Terakhir seperti biasa, jika artikel yang berjudul Asus VivoBook Ultra A412, Laptop Kecil Yang Dilengkapi Windows Hello ini bermanfat, silakan dibagikan atau disebarluaskan. Terima kasih atas kunjungannya.

12 comments for "Asus VivoBook Ultra A412, Laptop Kecil Dilengkapi Windows Hello"

Comment Author Avatar
Prosesor intelnya, keren banget
jadi ingin beli nih
Comment Author Avatar
cocok buat bloger hits kayak kang djangkaru
Comment Author Avatar
Laptopnya emang bikin nyaman abis lah :D
Comment Author Avatar
bisa makin betah grap kerjaaan utama atau sampingan
Comment Author Avatar
Wah ada Laptop baru nih...Saya langsung liat prosesornya, Generasi, RAM baru harganya. Prosesornya nanggung ya nggak sekalian generasi 9. Mungkin untuk memangkas harga kali ya. Dan Ramnya mentok 8 gb coba kalau bisa diekspansi sampai 16 GB kan lumayan buat para developer Android.
But Overall Its okay..dengan rentang harga 6 jutaan
Comment Author Avatar
klo mau yg lebih lagi ada versi yang lebih oke, harga juga oke... hihihi
Comment Author Avatar
kalaulah saya dapat sebuah laptop baru........
Comment Author Avatar
semoga segera dapat laptop baru...
Comment Author Avatar
Buset, gak HP gak Laptop, sama aja. Bentar-bentar keluar versi baru...
Comment Author Avatar
kamu kapan gandeng yang baru mas....
Comment Author Avatar
Anjayyyy...

Kok lama-lama lu kaya Keenan sih mas

-___-'
Comment Author Avatar
macak cih... ...
Menikah itu mengurangi tingkat stres loh mas..

PERHATIAN :
Balasan dari komentar anonim/ unknown akan dihapus setelah 24 jam.

Menyisipkan Link hidup akan langsung DIHAPUS

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung.
Simak juga komentar yang ada karena bisa jadi akan lebih menjawab pertanyaan yg akan diajukan.