Header Ads

Wisata Danau Rawa Pening Ambarawa, Pesona Wisata Kab. Semarang yang Siap Mendunia

Indonesia bukan hanya terkenal dengan keragaman budayanya saja, tapi juga terkenal dengan keindahan alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Karena sejatinya, Indonesia mempunyai destinasi wisata yang tak kalah apik dari negara-negara lainnya.

Banyak tempat wisata Indonesia yang sudah mendunia dan menjadi ciri khas wisata Indonesia. Disisi lain, banyak juga destinasi wisata indonesia yang mempunyai kemiripan dengan tempat-tempat wisata terkenal yang ada di luar negeri. Laman skycanner menginformasikan ada 14 tempat wisata indonesia yang mempunyai kemiripan dengan tempat wisata unggulan di luar negeri. Belum lagi kemiripan-kemiripan lainnya yang diulas oleh beberapa situs lokal.

Sebenarnya masih banyak wisata lokal disekitar kita yang bisa bersaing dengan wisata lokal yang sudah mendunia atau bahkan bisa bersaing dengan wisata luar negeri sekalipun. Salah satunya adalah Wisata Danau Rawa Pening. Kalau kita melihat koleksi foto tentang rawa pening di wisatalagi.blogspot tempat ini memiliki view yang sangat bagus untuk diabadikan.
rawa pening. sumber : wisatalagi.blogspot.co.id
Seperti yang tertulis di laman liputan 6 pada bulan Agustus 2017, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menggenjot beberapa potensi wisata lokal untuk dijadikan sebagai destinasi wisata dunia, baik sebagai destinasi utama atau destinasi pendukung. Danau Rawa Pening yang letaknya dekat dengan Candi Borobudur menjadi salah satu target dan diwacanakan sebagai salah satu tempat yang berpotensi menjadi tempat wisata dunia.

Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemeterian Pariwisata mengatakan bahwa danau dengan luas sekitar 2.700 hektar yang terletak di Kabupaten Semarang ini juga bisa menjadi destinasi wisata dunia. Agar Danau Rawa Pening menjadi destinasi dunia tentunya harus menyediakan infrastruktur berstandar global.

Wacana Kemenpar menjadikan Danau Rawa Pening menjadi salah satu wisata dunia ternyata disambut baik oleh Perusahaan Jamu Nasional. Perusahaan Jamu Nasional mengabadikan Danau Rawa Pening sebagai salah satu tempat untuk materi promosi produknya. Dengan materi promosi yang bertempat di Danau Rawa Pening, harapannya bisa mempromosikan secara luas wisata Danau Rawa Pening. Belum lagi jika iklan tersebut di unggah di youtube, maka video tersebut mempunyai peluang sangat besar di tonton oleh pemirsa yang ada di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.

Bak gayung bersambut, kelompok tani nelayan sekitarpun tak ketinggalan memanfaatkan wacana ini. Hadirnya Wisata Apung Kampung Rawa, menjadi langkah konkret masyarakat sekitar menjadikan Danau Rawa Pening menjadi tujuan wisata dunia. Tinggal menata beberapa faktor lain yang bisa disulap menjadi potensi yang akan mendatangkan banyak pengunjung dan berpotensi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekitar.

Kelompok tani nelayan disekitar Danau Rawa Pening ternyata sudah bisa membaca potensi wisata Danau Rawa Pening sebelum munculnya wacana tersebut. Pada tanggal  4 Agustus 2012, sejumlah 12 kelompok tani dan nelayan dari Desa Bejalen dan Desa Tambakboyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang resmi membentuk Wisata Apung Kampung Rawa yang letaknya disekitar Danau Rawa Pening.

Selain Kampung Rawa, ada 3 tempat wisata lain yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata penunjang atau pendukung Danau Rawa Pening. Tempat wisata tersebut adalah Bukit Cinta yang berada di Desa Kebundowo Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Tempat Wisata Goa Rong View yang berada di Desa Delik Kecamatan Tuntang Kab. Semarang dan Eling Bening yang ada di Kecamatan Bawen Kab. Semarang.

Meskipun berbeda kecamatan, tempat wisata ini sama-sama menawarkan view keindahan Danau Rawa Pening jika dilihat dari atas bukit. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam lainnya yang tak kalah indah.

Kembali ke Kampung Rawa, Kampung Rawa sendiri berlokasi di Jalan Lingkar Ambarawa Kilometer 3 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Wisata Kampung Rawa ini perlahan memperbaiki strategi 3A (atraksi, akses dan amenitas) yang ada di sekitar daerah wisata agar memenuhi syarat sebagai tujuan wisata global.

Baca Juga : Kampung Rawa Ambarawa : Pesona Kuliner Apung di Kawasan Gunung

Dari segi atraksi, Danau Rawa Pening memiliki potensi yang layak ditampilkan sebagai wisata kelas dunia. Ditunjang dengan kelengkapan serta wahana permainan lain yang mengintegrasikan potensi-potensi yang ada di Danau Rawa Pening. Dari ketiga tempat wisata yang ada di sekitar Danau Rawa Pening, Wisata Apung Kampung Rawa mempunyai potensi yang lebih kompleks dibandingkan dengan dua tempat wisata lainnya.

Di Wisata Apung Kampung Rawa, saat pertama kali datang pengunjung akan disuguhkan pemandangan sawah membentang yang ada di kiri dan kanan jalan utama. Jika ingin bersantap (kuliner), pengunjung bisa menikmati rumah makan apung, kolam pemancingan atau kios makan biasa yang sesuai dengan kebutuhan atau selera masing-masing.

Di Kampung Rawa juga terdapat satu bangunan yang dijadikan sebagai pusat promosi produk unggulan UMKM. Disini merupakan tempat mencari cendera mata khas yang dibuat sendiri oleh masyarakat sekitar Danau Rawa Pening. Selain itu ada juga bangunan berbentuk joglo yang disewakan untuk resepsi atau acara lainnya.

Kampung Rawa menawarkan banyak wahana yang akan membuat pengunjung semakin mengeksplor potensi yang ada seperti, sepeda air, perahu dayung dan perahu motor yang bisa digunakan sebagai sarana berkeliling menikmati Danau Rawa Pening. Bebek air yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mengelilingi restoran apung. Mobil mini atau becak mini yang bisa digunakan sebagai sarana berkeliling disekitar kampung rawa, serta sewa mobil wisata kampug rawa yang bisa membawa kita berkeliling Ambarawa. Sedangkan untuk memanjakan anak-anak disedikan juga wahana mandi bola, trampolin, kereta mini dan wahana pancing ikan.
Yang tak kalah menarik, tempat ini juga menyajikan pemandangan alam dengan view sawah, rawa dan pegunungan nan indah yang bisa dinikmati saat pagi, siang dan sore hari bahkan bisa dinikmati dikala hujan. Untuk menikmati pemandangan sekitar, pengunjungpun tidak dikenakan biaya, alias gratis. Pengunjung hanya membayar biaya parkir kendaraan saja, jika membawa kendaraan baik sendiri ataupun rombongan.

Jika kaki sudah lelah berkeliling menikmati keindahan sekitar, kita bisa mampir sejenak untuk relaksasi dengan terapi ikan yang disediakan dibeberapa titik. Gigitan ikan kecil akan memberikan sensasi rasa nyaman dan tenang yang perlahan bisa menghilangkan rasa capek dan penat saat dipijat oleh ikan. Disediakan pula photobooth  untuk mengabadikan moment di Kampung Rawa.

Terkait dengan akses, lokasi Kampung Rawa dekat pintu keluar jalan Tol Semarang-Bawen. Dengan begitu akses ke Kampung Rawa bisa semakin cepat. Belum lagi posisinya berada di jalur lingkar yang menjadikan akses ke Kampung Rawa bisa dikatakan cepat dan bebas macet.

Fungsi jalur lingkar  sendiri salah satunya dibuat untuk rekayasa lalu lintas dengan mengurai kemacetan di pusat kota terutama di Pasar Ambarawa. Jadi, baik yang dari Temanggung atau dari Kota Semarang bisa langsung menuju jalan lingkar untuk bisa tiba di Kampung Rawa.

Bagi yang mau ngebolang dari Kota Semarang, sekarang ada tambahan alternatif transportasi menuju Danau Rawa Pening atau Wisata Apung Kampung Rawa dengan adanya Trans Jateng Trayek Bawen (Kab. Semarang) menuju Stasiun Tawang (Kota Semarang). Trans Jateng ini merupakan fasilitas milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang murah meriah.

Sedangkan untuk menjawab A yang ketiga (amenitas), ternyata Danau Rawa Pening Ambarawa sangat terbantu karena dekat dengan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Keberadaan Bandara Internasional Ahmad Yani serta penginapan kelas atas yang ada di Kota Semarang sangat membantu akomodasi dan transportasi wisatawan yang berasal dari diluar kota atau dari mancanegara selama belum ada fasilitas internasional yang ada di Ambarawa.

Pengunjung dari luar kota atau luar negeri bisa mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang kemudian melanjutkan perjalanan darat dengan pilihan transportasi yang ada. Terkait dengan penginapan, pengunjung sendiri bisa memanfaatkan penginapan yang ada disekitar Ambarawa atau sekitar tempat wisata Bandungan. Alternatif lainnya, pengunjung bisa juga menginap di hotel yang ada di sekitar Magelang, Temanggung dan Kota Semarang.

Mengolah Kendala Menjadi Potensi Wisata
Eceng Gondok yang menutupi hampir 70% permukaan Danau Rawa Pening sering dianggap sebagai masalah oleh sebagian orang. Eceng Gondok yang tumbuh menutupi Danau Rawa Pening memang sudah dioptimalkan masyarakat sekitar untuk membuat souvenir wisata lokal seperti tas, topi, sepatu, sandal serta kerajinan tangan lain yang terbuat dari bahan Eceng Gondok. Bahkan ada juga yang memanfaatkannya sebagai pupuk dan bahan pembuat kertas.

Jika ada teknologi yang bisa mempercepat proses pengambilan dan pengeringan Eceng Gondok yang ada di Danau Rawa Pening, akan sangat membantu sekali dan menjadi keuntungan sendiri bagi para pengrajin. Dengan begitu masyarakat bisa memanfaatkan tanaman itu lebih banyak dan lebih cepat dari biasanya, meskipun Eceng Gondok tersebut mempunyai laju pertumbuhan yang cepat. Dengan begitu, Eceng Gondok tidak lagi dipandang penuh sebagai gulma yang merugikan, tapi menjadi suatu potensi yang harus dimanfaatkan.

Selain itu, banyaknya Eceng Gondok di sekitar rawa tak dipungkiri menjadi tempat atau daerah mencari makan (feeding ground),  pengasuhan larva (nursery ground) serta tempat memijah (spawning ground) biota air yang ada di sekitarnya. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan hasil sumberdaya perikanan yang ada di Danau Rawa Pening. Belum lagi dengan adanya teknik budidaya ikan didalam keramba yang menjadikan hasil perikanan di Danau Rawa Pening semakin berkelanjutan (sustainable).

Banyaknya Eceng Gondok inilah yang mengakibatkan semakin dangkalnya dasar Danau Rawa Pening. Pemanfaatan sedimentasi yang tinggi di Danau Rawa Pening memang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bisa jadi sedimentasi di Rawa Pening bisa di manfaatkan menjadi bahan dasar pembuatan bata merah seperti halnya pemanfaatan sedimentasi yang sudah dilakukan oleh masyarakat di sekitar Waduk Mrica di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah dan Waduk Sengguruh di Kabupaten Malang Jawa Timur.

Bisa jadi hasil kajian sedimentasi di Danau Rawa Pening tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat bata merah, tapi bisa lebih dari itu, seperti bahan dasar membuat gerabah, keramik, porselen dan bahan pembuat cenderamata lain yang nantinya bisa dijajakan dan bisa menjadi souvenir khas Wisata Danau Rawa Pening.

Jika Artikel Wisata Danau Rawa Pening Ambarawa, Pesona Wisata Kab. Semarang yang Siap Mendunia ini bermanfaat, silakan di share atau dibagikan. Terimakasih atas kunjungannya. Semoga menemukan artikel lain yang cocok untuk dibaca selanjutnya.

3 comments:

  1. Semakin banyak saja wisata di Rawa Pening dan sekitarnya.

    ReplyDelete
  2. Iya, masalah Rawa Pening ini eceng gondok ya, Sidomuncul sudah mulai memanfaatkannya biar nggak jadi perusak lingkungan aja

    ReplyDelete
  3. Waah Rawa Pening dah lama pengen ke sinii.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.