Header Ads

Dapat Slip Tilang Biru, Wajib Transfer Bank atau Boleh Ikut Sidang?

Akhir akhir ini banyak operasi kendaraan bermotor baik resmi atau "tidak resmi", yang mana petugasnya lebih sering mengeluarkan slip tilang biru dari pada slip tilang merah. Entah dimaksudkan untuk membuat efek jera pada pengendara yang melanggar atau hanya sekedar menakut-nakuti para pengendara yang terjaring razia. 

Keluh kesah para pengendara yang diberi slip tilang birupun banyak yang mampir dilapak saya yang berjudul Prosedur Slip tilang Biru VS Slip Tilang Merah. Di kolom komentar artikel tersebut malah seperti sesi curhat ataupun tanya jawab seputar penyelesaian tilang jika diberi slip tilang biru. Ada juga yang bertanya jika tidak membayar sejumlah biaya tilang maksimal ke bank yang ditunjuk dalam hal ini Bank Bank Rakyat Indonesia (BRI) bagaimana?, serta pertanyaan lainnya.
Cuplikan pertanyaan di salah satu artikel tentang slip biru
Berat memang jika kita tidak punya uang lebih di dompet, kita dipaksa transfer ke rekening titipan tilang guna menyelesaikan perkara saat kita diberi slip tilang biru. Biaya yang harus disetor antara 100 ribu hingga 1.000.000 (satu juta rupiah). Tinggal polisinya saja mau nyentang di nominal berapa, atau jika belum di centang, pilih saja sendiri nominal paling kecil yang ada di slip tilang.

Yang repot lagi bagi para pengendara luar kota, jika tidak langsung di bayar (damai atau transfer bank) bisa dibuat bolak balik ke kota tersebut hanya untuk menjalani sidang. Kalau jarak tempuh 20 s.d 50 Km saya kira masih ada yang nekat balik untuk ikut sidang, tapi kalau jarak tempuhnya 100 Kilo bahkan lebih bagaimana? 


Ditambah lagi keawamam pengendara yang kena tilang, banyak dari mereka yang belum tahu kalau biaya sidang sesungguhnya tidak akan sampai pada nominal denda maksimal. Itu artinya ada selisih yang harus dikembalikan bank kepada orang-orang yang sudah mentransfer ke rekening titipan tilang. 

Tahukah Kita... meskipun kita sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening tilang tapi "kasus" kita tetap di sidangkan sesuai tanggal yang tertera pada slip tilang?.

Jadi begini, Setelah kita mentransfer sejumlah uang, jika kita ingin menerima selisih hasil sidang dengan uang yang sudah kita transfer maka, kita harus ikut sidang juga. Minimal datang setelah sidang telah berlangsung. 
Cuplikan pertanyaan di salah satu artikel tentang slip biru
Di sana akan diinfokan berapa denda resmi yang seharusnya kita bayar, biasanya nilai denda dibawah dari yang sudah atau akan kita transfer. Untuk kendaraan roda dua hasil putusan denda saat sidang biasanya dibawah 100.000 (seratus ribu). 


Kuitansi denda resmi dari hasil sidang bisa kita bawa ke Bank BRI Pusat di daerah masing-masing untuk bahan kita mengambil selisih dari putusan sidang. Jadi jika kita tidak mengikuti sidang, maka secara tidak langsung kita mengikhlaskan selisih tersebut kepada Bank bukan kepada polisi atau kepada negara.  

Terus bagaimana baiknya jika kita mendapatkan slip tilang biru? Saran saya berdasarkan pengalaman, jika kita masih tinggal atau dekat dengan daerah tersebut,  tidak usahlah membayar atau mentrasfer uang denda ke bank, cukup ikut sidang saja dengan bekal slip biru dari hasil razia. Biar kita tidak melakukan kerja 2x. Tapi bagi yang luar kota silakan bisa mempertimbangkan sendiri baiknya memilih pembayaran yang mana.  

Demikian sharing saya menyikapi maraknya slip biru yang diterima pengendara yang terjaring razia polisi. Jika arikel Dapat Slip Tilang Biru, Wajib Transfer Bank atau Boleh Ikut Sidang? ini bermanfaat silakan share atau bagikan. Terimakasih atas kunjungannya.

1 comment:

  1. Repot juga yah urusan tilang menilang ini, kalo saya sih milih gak ditilang, alias lebih memilih disiplin dalam berlalu lintas.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.