Header Ads

7 Tips Liburan Wisata Ke Bromo Membawa Anak Kecil (Bayi dan Batita)


Tips Liburan Wisata Ke Bromo Membawa Anak Kecil baik itu bayi, batita atau balita ini semoga bisa bermanfaat bagi para orang tua yang hendak mengajak sikecil liburan ke Bromo. Piknik ke bromo menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama yang hendak mengajak bayi yang umurnya dibawah 10 bulan. Mengingat udara sekitar bromo sangat dingin, terlebih dipagi hari. Hipothermia adalah salah satu hal yang dikhawatirkan oleh orang tua yang hendak membawa anak bayinya ke Bromo.

Tulisan Tips Liburan Wisata Ke Bromo bersama bayi dan batita ini adalah rangkuman dari 3 artikel sebelumnya yang membahas liburan wisata ke Bromo membawa bayi dan Batita.
Baca juga :
Merujuk dari ketiga tulisan diatas, Tips yang harus diperhatikan jika kita hendak Liburan Wisata Ke Bromo Membawa Anak Kecil (Bayi dan Batita) menggunakan Bus adalah sebagai berikut :

1. Jaga Kesehatan Fisik si Kecil  Sebelum Berangkat

Kesehatan atau kondisi fisik yang fit ini adalah yang paling utama. Ada anak teman saya yang sikecilnya gagal ikut ke Bromo karena 3 hari sebelum keberangkatan sempat demam disertai muntah, hingga menjelang pemberangkatan juga masih demam. Akhirnya sikecil ditinggal sama mbahnya dan si orang tua piknik tanpa mengajak si kecil.

Anak saya juga H-1 sempat demam, tapi alhamdulillah turun dan tidak panas lagi setelah diberikan obat penurun panas. Tentunya resiko akan ditanggung oleh orang tua jika mengajak sikecil dalam keadaan kurang fit. Jika sakit si kecil kambuh di perjalanan, orang tua tentunya tidak bisa menikmati liburannya.

Memang sakit itu tidak ada yang bisa memprediksi datangny, karena semua orang bahkan anak kecil pun tidak ada yang ingin sakit. Tapi hal ini bisa di treatment atau diantisipasi dengan cara menjaga pola makan dan pola tidur (istirahat) sikecil.

2. Hindari Bayi Kelelahan di Kendaraan

Perjalanan ke bromo bukanlah perjalanan yang singkat jika kita berangkat dari luar jawa timur. Perjalanan jauh tersebut membuat orang tua harus memastikan si kecil tidak kekelahan dijalan, terlebih jika berangkat menggunakan bus atau menggunakan kendaraan lain yang menempuh perjalanan memakan waktu lebih dari 5 jam. Kita yang sudah besar saja kalau lama diperjalanan bawaannya capek dan suntuk. Punggung dan *antat jadi panas, pengen banget segera sampai dan bisa selonjoran apalagi sampai bisa rebahan.

Untuk menghindari si kecil lelah di kendaraan, pastikan si kecil punya jatah kursi sendiri dan bisa tidur nyaman ditempat duduknya. Beri dia ruang gerak agar tidak jenuh saat perjalanan.

3.    Buat si Kecil Merasa Nyaman

Agar tidak mudah lelah, buat sikecil nyaman dengan perjalanannya. Kelelahan biasanya disebabkan karena si kecil bosan tanpa ada hiburan. Sikecil hanya duduk-duduk saja hingga perjalanan tersebut sampai ditujuan. Setelah mendapat tempat duduk sendiri, buatlah tempat duduk sikecil itu senyaman mungkin baik untuk tempat dia bermain atau tempat ia tidur.

Sebagai tempat bermain, bawa mainan kesukaan sikecil. Tentunya mainan yang dibawa adalah mainan kesukaannya yang berukuran kecil  agar tidak menganggu tempat duduknya. Jika mainan yang dibawa itu terlalu besar, tentu akan menggangu kenyamanan saat sikecil duduk atau bermain. Selain mainan, bawa juga jajanan atau makanan kesukaan sikecil.

Si kecil yang masih bayi biasanya tidak bisa duduk sendiri dengan tenang karena posisinya belum bisa stabil untuk duduk sendiri. Untuk itu harus diantisipasi dengan membawa carseat bus agar iya bisa duduk sendiri tanpa penjagaan orang tua terus-menerus. Pastikan membawa carseat sesuai dengan umur si kecil. Jika ada carseat khusus bus itu akan lebih baik.

Yang lebih penting lagi untuk kenyamanan sikecil di bus adalah pastikan kita membawa selimut tidur untuk si kecil. Udara malam didalam bus biasanya lebih dingin dari udara luar. Jadi fungsi selimut sangat penting untuk kenyamanan dan kenyenyakan tidur si kecil. Boleh juga bawa bantal agar tidur sikecil lebih nyaman.

4. Bawa Termos mini yang sudah diisi air panas dan  Bawa Minyak Penghangat

Salah satu mengatasi kedinginan, biasanya si kecil diminumkan air hangat. Lebih baik lagi kalau air hangat tersebut adalah air teh. Air hangat ini biasanya belum bisa untuk bayi dibawah 2 tahun tapi berguna bagi  si kecil yang umurnya diatas 2 tahun. Air hangat ini juga bisa berfungsi untuk mengompres sikecil jika diperlukan diperjalanan.

Sedangkan pertolongan pertama kedinginan pada si kecil biasanya diolesin minyak kayu putih atau minyak telon pada perut, dada dan punggungnya. Jika ketinggalan mampirlah ke apotek atau minimarket pinggir jalan untuk membelinya.

5. Kenakan pakaian tebal dan aksesoris lain yang menutupinya dari debu dan kedinginan

Selain di dalam bus, suasana dingin juga akan dijumpai saat kita menginjak destinasi pertama kawasan gunung bromo. Tidak mungkin kan kalau kita keluar jeep atau hardtop menuju bukit teletubies atau view point penanjakan dengan membawa selimut agar sikecil tidak kedinginan. Pakaian dan aksesoris ini sudah saya bahas di artikel sebelumnya dengan sangat rinci.

6. Pastikan si Kecil Cukup ASI dan Sudah Ganti Popok Baru

Bayi dibawah 10 bulan biasanya lebih sering minum asi dari pada mengkonsumsi MPASI. MPASI di dalam kendaraan tidak memungkinkan, sehingga alternatifnya adalah membawa MPASI cepat saji  seperti bubuk atau biskuit bayi.Selain itu, sebelum menuju ke bromo dengan hardtop, pastikan si kecil sudah ganti popok ya..

Baca Juga : Pilih Wisata ke Bromo atau ke Telaga Sarangan?

Terkait cukupnya ASI, pastikan si orang tua juga nyaman saat menyusui sehingga si kecil pun bisa ngasi dengan nyaman dan kenyang. Boleh juga membawa stok ASI perah yang di simpan di dalam tas yang diberi ice gell atau perlakuan lain yang membuat ASI awet. Apron atau penutup saat menyusui juga sangat bermanfaat kala liburan dengan rombongan lain agar si ibu tidak canggung memberi asi pada si kecil.

7. Sedia Obat Penurun Panas dan P3K lainnya 

Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi saat kita berwisata. Kadang ada saja hal-hal yang tidak terduga seperti sikecil tiba-tiba demam atau demam karena kelelahan, perut kembung dan lain sebagaimnya. Untuk itu obat-obatan atau perlengkapan standar perlu kita siapkan sebagai antisipasi atas kejadian yang tidak kita inginkan. Minimalnya yang perlu disiapkan seperti paracetamol drop, minyak kayu putih, minyak telon, plester luka, antimo,  dan obat-obatan lain yang perlu dibawa.

Nah itulah Tips yang semoga bermanfaat bagi orang tua atau keluarga yang hendak pergi liburan atau  berwisata ke gunung bromo membawa bayi 10 bulan. Jika artikel yang berjudul 7 Tips Liburan Wisata Ke Bromo Membawa Anak Kecil (Bayi dan Batita) ini bermanfaat, silakan dibagikan atau disebarluaskan. Terimakasih atas kunjungannya.

4 comments:

  1. Memang pergi berwisata membawa bayi, batita atau balita bukan perkara yg mudah, jadi ingat dulu waktu anak2 masih keci....Apalagi kondisi kesehatan tak bisa diprediksi. Tip diartikel ini sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas.. kasian si kecil kalo nggak ada persiapan

      Delete
  2. wah seru juga ya gan bisa traveling jalan jalan bareng keluarga tercinta, jadi kangen nih pengen mudik ke kampung halaman, kangen keluarga juga jadinya saya hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebaran nanti juga mudik kan mas? mudik mana mas?

      Delete

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan. Jika tampil harap maklum jika tidak dibalas

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.