Header Ads

Cara dan Prosedur Berobat di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan BPJS

Cara dan Prosedur Berobat di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan BPJS
Cuaca Kota Semarang akhir-akhir ini sulit diprediksikan, terutama bagi orang awam seperti saya. Kadang cuaca pagi cerah, siang sudah mendung dan sore cerah kembali, malamnya langsung hujan deras. Tak jarang, orang yang daya imunnya sedang turun, langsung terserang pilek seharian atau demam dimalam hari. 


Mungkin kondisi ini juga yang menyebabkan antrian pasien di instalasi rawat jalan RS. Roemani Muhammadiyah Semarang  meningkat. Padahal baru sekali ngantri di instalasi rawat jalan RS Roemani, kok bisa menyimpulkan ada peningkatan pasien?. Anggap saja begitu ya, karena yang namanya rumah sakit akan tetap ramai selain hari libur. Kecuali rumah sakit yang baru dibuka, mungkin antriannya tidak seramai RS yang sudah lama.

Baca juga : Tata Cara atau Prosedur Berobat Pasien  BPJS di RS. Kariadi Semarang 

Bulan Februari kemarin saya berkesempatan mengunjungi RS. Roemani Muhammadiyah, tujuan utamanya adalah untuk berjumpa dengan dokter spesialis syaraf. Dari Pendaftran hingga ambil resep dan pulang, ternyata bisa memakan waktu 6,5 jam.

Ada sih yang lebih deket dan biasanya lebih cepet, tapi pihak klinik masih bingung apakah RS tersebut membuka poli syaraf. Jika buka poli syarafpun kadang jadwal dokternya yang tidak menentu. Kan sayang, rujukan yang berlaku maksimal 6 bulan bisa tidak optimal. Bersyukur kalau sekali kunjungan langsung sembuh, tapi kan jarang, minimal 2 kali kunjungn baru dirujuk balik. Tapi siapa juga yang mau dilama-lamain kalau lagi sakit. Sehingga Roemanipun menjadi plihan, disamping tidak terlalu jauh, brand islami pun menjadi salah satu pertimbangan.

Prosedur Pendaftran dan Berobat  Pasien BPJS Rawat Jalan RS. Roemani Muhammadiyah Semarang
Sebelum kerumah sakit tujuan, seperti biasa saya persiapkan persyaratan administrasinya. Jam 8.00 kami sengaja baru berangkat dari rumah karena tertera jadwal dokternya sampai dengan pukul 14.00 WIB. Alhasil sesampai di loket pendaftaran mendapat antrian ke 118. Beruntung tidak terlalu lama menunggu, hanya selang 4 nomor dipanggil, tibalah giliran saya.

Baca Juga : Prosedur atau Cara dan Berkas yang Harus Disiapkan Saat Rawat Jalan (Berobat) ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) UNDIP 

Jika kita mendaftar menggunakan fasilitas BPJS, maka siapkan surat rujukan asli dari faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama beserta fotokopi kartu BPJS dan fotokopi KTP. Sedangkan untuk kontrol rawat jalan selanjutnya cukup menyerahkan fotokopi rujukan dari faskes pertama beserta FC kartu BPJS, FC KTP dan surat kontrol dari dokter atau poli sebelumnya. Jadi sebelum surat rujukan asli diserahkan saat kontrol pertama, surat rujukan asli harus digandakan (dikopi) terlebih dahulu. Jangan lupa membawa kartu pasien jika kita sudah pernah berobat ke Roemani sebelumnya. Jika belum buat, saat kontrol pertama akan dibuatkan di loket pendaftaran.

 

Setelah selesai di loket pendaftaran, selanjutnya kita menunggu di depan ruang praktek poli tujuan. Sambil mengisi waktu, pastikan baterai ponsel kita penuh dan memiliki koneksi internet yang cukup dan stabil. Baiknya membawa buku bacaan untuk mengisi waktu sebelum kita dipanggil oleh perawat poli. Waktu menunggunya cukup lama, jika kurang beruntung bisa menunggu hingga 4 jam seperti yang pernah saya alami. Saat itu saya mendapat antrian poli ke 16, sedangkan saat menyerahkan antrian ke poli jam 9.00 baru disebut dipanggil antrian yang ke 3.


Jika sudah diperiksa dan sudah diberi resep oleh dokter, bawa berkas dari poli ke meja administrasi (pembayaran) untuk ditukarkan dengan nomor antrian diruang farmasi. Di meja registrasi ini, akan dihitung biaya dokter, tindakan, dan obat yang menjadi resep pasien. 

Baca juga : Cara dan Kelengkapan Berkas yang Harus Disiapkan Jika berobat ke RS Hermina Banyumanik Menggunakan  BPJS 

Proses antri dimeja administrasi atau pembayaran juga bisa memakan waktu lebih dari setengah jam, karena pasien dari semua poli menyerahkan berkasnya ke admininstrasi. Jika sudah terekap rincian pengeluarannya, pasien akan diberikan nomor antrian ke farmasi untuk mengambil obat yang telah diresepkan.

Lama waktu untuk mengambil obat yang diresepkanpun tidaklah sebentar, bisa menghabiskan waktu setengah jam atau lebih. Jika obat sudah ditangan, artinya kita bisa berjalan menuju tempat parkir dan segera pulang kerumah. 

Sekian reportasi yang bisa disampaikan. Jika informasi mengenai  Cara dan Prosedur Berobat di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan BPJS ini bermanfaat, silakan dishare atau dibagikan. Terimakasih atas kunjungannya.

3 comments:

  1. jadi kapok ke R.S yaa mas, semoga Allah selalu memberi kesehatan kepada kita sekeluarga yaa mas..Aamiin..

    ReplyDelete
  2. Saya juga kecewa dg pelayanannya, saya antri dari jam 7 waktu pendaftaran dan jam stng 9 baru di panggil setelah lama menunggu dan hasilnya petugas pendaftaran bilang dokternya cuti, tanpa ada info sebelumnya waktu ambil antrian kalau dokternya sedang cuti, dan itu terjadi beberapa kali sebelum saya, dan tanpa ada permintaan maaf dari pihak roemani...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.