Header Ads

Tata Cara atau Prosedur Berobat Pasien BPJS di RS. Kariadi Semarang Jawa Tengah

Tata Cara atau Prosedur Berobat Pasien  BPJS di RS. Kariadi Semarang
Instalasi Rawat jalan Poly Garuda yang merupakan poly privat di RSUP Dr kariadi Semarang jawa Tengah, per bulan februari 2017 menerima kembali Pasien BPJS. Dengan catatan, pasien BPJS membayar biaya tambahan sebesar Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah) setiap kali berobat. Tambahan 200.000 tersebut untuk mengcover pemeriksaan dokter, obat serta tindakan penunjang lainnya.


Perlu diketahui bahwa untuk pasien non BPJS yang berobad di garuda dibebankan biaya Rp 160.000 (seratus enam puluh ribui rupiah). Biaya tersebut hanya untuk pemeriksaan dokter saja, diluar obat dan tindakan lain yang dibebankan pada pasien.

Adapun Tata cara di RSUP. Dr Kariadi adalah sebagai berikut ;

1. Datang ke Instalasi Rawat Jalan Merakatau Garuda
Datang ke Istalasi Rawat jalan (IRJA) merak dan tanyakan kepada petugas yang ada di depan pintu masuk terkait  maksud dan tujuan kedatangan kita. Nanti petugas akan mengarahkan kita seharusnya mengambil antrian di loket mana. Tentunya dengan persyaratan administrasi yang sudah kita siapkan/bawa semua.

Berkas-berkas apa saja yang harus disiapkan saat hendak berobat ke RS Kariadi menggunakan BPJS Baca Persyaratan Wajib Peserta BPJS di RSUP Dr. Kariadi Semarang

2. Meminta stempel Pada Surat Rujukan BPJS
Saat Rumah sakit sebelumnya merujuk pasien ke RS. Kariadi Semarang, Pihak Rumah sakit  telah mengeluarkan surat rujukan dari BPJS namun tidak diberi stempel basah BPJS. Hanya ada tanggal dikeluarkan dan siapa yang menyetujuinya. Agar surat rujukan ini bisa dipakai, maka kita harus mampir ke Loket BPJS  di RS. Karyadi untuk minta stempel basah tersebut. 

3. Ambil Nomor Antrian
Sebelum ke Loket BPJS untuk minta stempel basah, baiknya kita ambil antrian terlebih dahulu, untuk mengantisipasi antrian yang terlalu panjang. Setelah ambil antrian, baru kita pergi ke loket BPJS untuk minta stempel.

Jika tidak mau antri panjang, gunakan pendaftaran online maksimal H-1 sebelum tanggal pemeriksaan. Baca juga : Manfaat Mendaftar Online Rawat Jalan (Berobat) di RS. Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah

Setelah mengambil antrian, kita bergegas pergi ke loket BPJS dan mengutarakan maksud dan tujuan ke petugas BPJS. Petugas akan meminta beberapa berkas dari kita (seperti rujukan dokter keluarga dan rujukan-rujukan sebelumnya). Berkas tersebut akan diverifikasi oleh BPJS.

Proses verifikasi dilakukan dengan menggunakan fasilitas aplikasi telegram di lingkungan BPJS. jadi prosesnya bisa lama, tergantung respon dari admin telegramnya. Setelah verifikasi selesai maka petugas BPJS akan memberikan coretan tanggal verifikasi, tujuan poli rujukan, tandatangan dan stempel basah.

Tanggal yang baru dibubuhkan adalah sebagai dasar diberlakukannya surat rujukan dari BPJS. Surat rujukan dari BPJS ini berlaku selama 6 bulan sejak dibubuhi stempel.

Baca Juga : 3 Cara Daftar Online Rawat Jalan (Berobat) di RS. Dr Kariadi Semarang Jawa Tengah

4. Gandakan Surat Rujukan BPJS yang sudah di stempel
Surat rujukan dari BPJS yang sudah di stempel bisa kita gandakan secukupnya diruang sebelah. Setelah digandakan, Kita kembali ke ruang loket pendaftaran dan  tunggu nomer antrian kita dipanggil. Tapi jika sudah terlewat maka kita harus ambil antrian kembali dan menunggu sampai nomor antrian kita dipanggil lagi atau melapor ke bagian pendaftaran yang ada di dekat mesin antrian barangkali bisa langsung maju tanpa mengambil antrian baru.

Rujukan asli akan diberikan ke petugas, untuk berobat selanjutnya kita menggunakan surat rujukan yang sudah digandakan sebelumnya.

Baca Juga : Cara Mengurus Kartu BPJS Hilang.

5. Serahkan Berkas yang diminta
Jika sudah dipanggil dan sudah berada di loket pendaftaran, Serahkan berkas  berikut ;

Surat Rujukan Dokter (berstempel basah) Asli dan FC 2 lembar. Rujukan dokter yang asli akan diambil saat berobat pertama kali. Berobat selanjutnya menggunakan surat kontrol dari dokter yang diberikan setelah kontrol. Jadi pastikan surat tersebut tidak hilang. Jika hilang maka kita tidak bisa berobat dengan menggunakan BPJS.
Surat Rujukan BPJS (berstempel basah) Asli Jika datang pertama kali, untuk pemeriksaan selanjutnya (kontrol) menggunakan Fotokopian surat rujukan fotokopian.
FC KTP dan Tunjukan KTP Aslinya. Jadi pasikan KTP asli kita bawa saat pergi berobat

FC Kartu BPJS dan Tunjukan Kartu Aslinya. Kartu asli disini adalah kartu yang dikeluarkan oleh Kantor BPJS, bukan e-ID yang bisa kita cetak sendiri.

Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Kartu e-ID BPJS

6. Isi Data Pasien
Pengisian data base pasien ini berlaku bagi pasien baru yang baru pertama kali berkunjung ke RSUP Dr Kariadi. Setelah mengisi data pasien akan diberikan kartu peserta yang wajib dibawa saat berobat ke kariadi baik sebagai pasien umum ataupun pasien BPJS.

Baca juga : Cara dan Kelengkapan Berkas yang Harus Disiapkan Jika berobat ke RS Hermina Menggunakan  BPJS 

7. Tunggu di Ruang Tunggu Poly yang dituju
Tunggu sampai petugas pendaftaran menginput data kita. Setelah selesai maka kita diminta menunggu di depan ruang tunggu poly yang akan kita tuju. Jika sudah berada diruang tunggu pastikan ada aktifitas yang bisa mengusir jenuh, karena kadang akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar sampai nama kita dipanggil oleh perawat yang bertugas.

Baca Juga : Prosedur atau Cara dan Berkas yang Harus Disiapkan Saat Rawat Jalan (berobat) ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) UNDIP

8. Masuk Ruangan jika nama kita dipangil
Setelah nama kita dipanggil maka dokter akan melakukan tindakan kepada kita dan menanyakan riwayat sebelumnya. Nah, disini biasanya kita diminta memperlihatkan hasil lab./rontgen dari pemeriksaan sebelumnya. Jadi pastikan hasil tersebut selalu kita bawa saat berobat (rawat jalan).

9. Pemberian Resep
Setelah selesai maka dokter akan memberi resep jika diperlukan dan diserahkan ke ruang farmasi (apotek). Setelah menerima obat, maka kita bisa langsung pulang kerumah.

Baca Juga : Tukarkan Kartu BPJS Lama dengan Kartu BPJS Terbaru. Begini Caranya? 

Yang perlu diingat, pastikan kita mendapat kartu kontrol yang digunakan untuk pemeriksaan selanjutnya sebelum meninggalkan poly.

10. Cek Lab/ Rontgen Ulang Jika diperlukan
Karena mengingnkan kevalidan atas kondisi penyakit yang diderita pasien, kadang dokter meminta cek lab./ rontgen ulang dengan biaya masih ditanggung BPJS. Sebelum hasil lab/ rontgen keluar, maka dokter belum bisa melakukan tindakan terhadap penyakit si pasien. Si Pasien diminta datang kembali (kontrol) setelah hasil lab./ rontgen sudah keluar dan bisa ditunjukkan ke dokter tersebut.

Demikian artikel mengenai Tata Cara atau Prosedur Berobat Pasien  BPJS di RS. Kariadi Semarang. Jika dirasa bermanfaat, silakan share dan bagikan. Terimakasih atas kunjungannya.

2 comments:

  1. Maaf pak bisa diinfokan ttg surat rujukan dr rs sblmnya, sy sdh mendaftr lwt tlp dan mendpt antrian dokter, lalu stlh mmbaca artikel bapak, sy kok mlh bingung, hehe.. Apakah surat rujukan dr rs sblmnya hrs diverifikasi d kariadi jg? Krna sy lihat surat rujukan saya sdh ad stempel bpjs, lalu klo dr artikel yg ditls brrti sy hrs mengulang mendaftar dr awal? Krna sy sdh dftr lwt tlp. Trmksh infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Surat rujukan sblmnya hanya jaga jaga saja jika ditanyakan oleh pihak bpjs diloket dr kariadi.

      Jika memang surat rujukan ke kariadi sdh di stempel basah bojs, berarti tinggal antri di pendaftaran saja. Jangan lupa surat rujukannya di kopi terlebih dahulu.

      Jika sdh daftar via telpon, pas di pendaftaran bapak/ibu ambil antrian yang C.

      Delete

Terimakasih sudah berkenan untuk berkunjung. Mohon berkenan juga untuk memberikan tanggapan disetiap tulisan yang pernah dibaca atau dikunjungi.

Mohon tidak menggunakan nama anonim/ unknow, karena akan terdeteksi spam dan tidak langsung terbaca dan ditampilkan.

Yang paling penting adalah jangan pernah meninggalkan link hidup pada komentar ini. Tunggu saja kunjungan balik dari saya.

Powered by Blogger.